Perjalanan William Jones sang Penemu Simbol Bilangan Pi

JAKARTA - Tahun 1675, pulau kecil di Anglesey menjadi tempat kelahiran William Jones. Ia merupakan putra dari Siôn Siôr (John George Jones) dan Elizabeth Rowland. Tumbuh di wilayah pertanian kecil, membuat sang penemu pi ini memiliki pribadi yang rendah hati.

Bakatnya dalam bidang matematika semakin menonjol saat ia menempuh pendidikan di sekolah amal, yakni Llanfechell. Sekolah itu merupakan satu-satunya pendidikan formal yang ia jalani.

BERITA TERKAIT +

Bakatnya tersebut tentunya membawa Jones pada jalur karir yang berbeda dari keluarganya. Kemudian, keluarga Bulkeley, tuan tanah yang termasyhur, mendengar kemampuan Jones dan membawanya untuk bekerja di kantor perhitungan (counting-house) di London.

Baca juga: Mengenal Wilhelm Conrad Rontgen, sang Penemu Sinar X yang Pernah Dikeluarkan dari Sekolah

Antara 1695 dan 1702, ia bertugas di Royal Navy, mengajar matematika di atas kapal perang. Ia kemudian menerbitkan buku A New Compendium of the Whole Art of Navigation, yang ia dedikasikan kepada John Harris, penulis dermawan yang juga seorang ilmuwan sekaligus pendeta Anglican yang telah menemaninya selama itu.

Setelah pelayarannya berhasil, ia menjadi guru matematika di kedai kopi dan tutor pribadi untuk anak dari Earl of Macclesfield. Ia juga menjadi tutor Philip Yorke, yang kemudian menjadi Earl of Macclesfield (1690-1764).

Baca juga: Yuk! Kenali Douglas Engelbart sang Penemu Mouse Komputer

Pada masa itulah, Jones pertama kali mendapat perhatian dari sang ahli matematika abad ke-17, Isaac Newton. Newton terkesima dengan tulisan Jones’s Synopsis yang berisikan penjelasan mengenai metode Newton untuk kalkulus dan inovasi matematika lainnya.

Dalam buku itulah, Jones pertama kali menggunakan simbol Yunani 'π' untuk menunjukkan nilai pi sebagai bilangan konstan 3,1415... Sebelum penemuan Jones, penaksiran seperti 22/7 dan 355/113 juga telah digunakan untuk menunjukkan rasionya.

Untuk menjelaskan fungsinya, ia menuliskan, “Proporsi yang tepat antara diameter dan keliling tidak akan dapat dinyatakan dalam angka". Oleh karena itu, perlu penggunaan simbol untuk mewakili angka ideal yang mendekati. Jones mengakui bahwa hanya simbol platonik murnilah yang mampu memadai.

Pada tahun 1708, Jones berhasil mengakuisisi sebuah perpustakaan dan arsip luas, yang berisi beberapa tulisan Newton dari 1670-an. Tahun berikutnya, ia mengajukan permohonan untuk mengajar di Sekolah Matematika Rumah Sakit Kristus, tapi ditolak.

Jones kembali menjadi tutor pribadi, tapi ia juga turut membantu Newton menyelesaikan perselisihan dengan ahli matematika Jerman, Gottfried Leibniz, yang memperdebatkan siapa penemu kalkulus pertama.

Pada 1712, Jones bergabung dengan komite yang dibentuk oleh Royal Society, untuk menentukan siapa penemu kalkulus. Ia telah menjadi bagian dari perkembangan matematika.

Jones menikah dua kali, yang pertama dengan seorang janda dari majikan kantor perhitungan, lalu pada 1731 ia menikahi Mary, perempuan berusia 30 tahun lebih muda, dari pembuat cabinet George Nix, dan dikaruniai tiga anak.

(ahl)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments