Perjalanan Hidup Gustav Kirchhoff sang Fisikawan Jerman

JAKARTA - Gustav Kirchhoff adalah seorang fisikawan terkenal asal Jerman yang berkontribusi banyak pada sains, termasuk pemahaman lebih lanjut mengenai rangkaian listrik dan mengembangkan ilmu spektroskopi baru.

Pada 1824, Gustav Kirchhoff lahir di Konigsburg, Prusia (sekarang dikenal sebagai Kaliningrad, Rusia) dari pasangan Freidrich dan Johanna Kirchhoff. Keluarga Kirchhoff merupakan bagian dari komunitas intelektual Konigsberg, dan Gustav dianggap sebagai anak yang paling menjanjikan.

BERITA TERKAIT +

Gustav dibesarkan dengan pola pikir bahwa pelayanan terhadap negara adalah satu-satunya pilihan yang ada. Di Prusia, staf universitas dan professor dianggap sebagai pegawai negeri, oleh karena itu orang tuanya percaya bahwa itu adalah yang terbaik baginya untuk menyalurkan kecerdasannya dan melayani negara.

Ia menempuh pendidikan di Konigsberg di Universitas Albertus, dan mengikuti seminar matematika-fisika dari 1843 hingga 1846, yang diadakan oleh Franz Neumann.

Ketika Gustav belajar dari bimbingan Neumann, ia membuat banyak penelitian pertamanya yang berkaitan dengan arus listrik. Pada 1845, ia mengumumkan sebuah hukum (Hukum Kirchhoff) yang memungkinkan perhitungan arus, tegangan, dan hambatan di sirkuit listrik yang memiliki banyak putaran.

Dengan memperluas teori fisikawan Jerman, Georg Simon Ohm, ia menggeneralisasi persamaan yang menjelaskan aliran arus pada konduktor listrik dalam tiga dimensi.

Hukum arus Kirchhoff (Hukum 1), menyatakan bahwa arus yang mengalir ke simpul (atau persimpangan) harus sama dengan arus yang mengalir keluar darinya. Hukum tegangan Kirchhoff (Hukum 2) menyatakan, jumlah semua voltase di sekitar putaran (loop) tertutup dalam rangkaian harus sama dengan nol.

Gustav kemudian lulus dari universitas pada 1847 dan pindah ke Berlin, bekerja sebagai Privatdozent (dosen yang tidak dibayar, sejenis gelar yang diberikan bagi yang telah bergelar doktor, tapi mampu menghasilkan karya tulis ilmiah yang baik).

Pada tahun yang sama, ia juga mengungkap pemahaman yang benar mengenai bagaimana teori arus listrik dan elektrostatik harus digabungkan. Pada 1850, ia menerima jabatan sebagai guru besar fisika (extraordinary professor of physics) di Universitas Breslau.

Pada 1854 ia diangkat sebagai profesor fisika di Universitas Heidelberg, ia bersama Bunsen menemukan analisis spektrum. Mereka menunjukkan bahwa setiap elemen mengeluarkan cahaya berwarna khas saat dipanaskan sampai berpijar.

Dengan penelitian baru ini, mereka menemukan dua elemen baru, yaitu cesium (1860) dan rubidium (1861).

Gustav Kirchhoff menikah dengan Clara Richelot pada 1857, lalu memiliki dua anak perempuan dan tiga anak laki-laki. Clara meninggal pada 1869, sehingga Gustavlah yang membesarkan anak-anaknya. Ia mengalami disabilitas yang mengharuskannya menggunakan tongkat atau kursi roda.

Pada 1872, dia menikahi Luise Brommel, inspektur di sebuah klinik oftalmologi. Gustav mendapat banyak tawaran dari universitas lain, tetapi ia menolaknya karena sudah cukup senang di Heidelberg.

Karena kesehatannya yang terus menurun, pada 1875 ia kembali ke Berlin dan menjadi ketua fisika matematika, sehingga ia dapat mengajar tanpa melakukan aktivitas berlebih. Karya yang paling terkenal adalah empat volume "Vorlesungen ├╝ber mathematische Physik" (Ceramah tentang Fisika Matematika), yang terbit pada 1876.

Gustav Kirchhoff meninggal pada 17 Oktober 1887 di usia 63 tahun, bermakam di Pemakaman St. Matthaus Kirchhoff di Berlin.

(ahl)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments