NASA Teliti Dampak Tubuh Manusia saat Berada di Luar Angkasa

JAKARTA - Melalui situs NSPIRES, NASA sedang mencari penelitian baru mengenai dampak dari perjalanan luar angkasa saat melampaui orbit Bumi rendah. Radiasi luar angkasa yang mematikan, lingkungan yang tertutup dan tidak ramah, gravitasi mikro, serta jarak berjuta-juta mil dari Bumi bisa menyebabkan kematian bagi astronot.

"Untuk menarik kesimpulan tentang efek kumulatif dari paparan antariksa, kami perlu mengamati sejumlah astronot yang menghabiskan banyak waktu di lingkungan luar angkasa," kata Human Research Program NASA, direktur asosiasi dari Exploration Research Planning, John Charles, Ph.D.

BERITA TERKAIT +

Ia mengatakan, para ilmuwan bisa menggunakan informasi tersebut untuk memprediksi kecenderungan kesehatan perilaku dan fisik.

Baca juga: NASA Ungkap Animasi Perubahan Bumi dalam 20 Tahun

Human Research Program terobsesi dengan apa yang terjadi pada tubuh dan pikiran manusia di luar angkasa. Ketika astronot Scott Kelly dan Mikhail Kornienko berangkat ke NASA One-Year Mission dalam sebuah kolaborasi antara NASA dan badan antariksa Rusia Roscosmos, NASA sangat ingin menyelidiki efek fisik dan psikologis setelah 365 hari berada di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Baca juga: NASA Uji Parasut Supersonik untuk Misi Planet Mars

Anehnya, hasil kinerja dan pemulihan, dari dua orang yang menghabiskan jumlah waktu yang sama di luar angkasa, hampir sangat jauh satu sama lain dari saat mereka berada di Bumi.

Pelatihan dan pengalaman sebelum penerbangan dianggap sebagai faktor dari perbedaan drastis tersebut. Penelitian luar angkasa selanjutnya akan memberi NASA gagasan komprehensif tentang bagaimana tubuh manusia menangani sifat luar angkasa, biomedis, dan kinerja (kemampuan berpikir dan motorik).

Para astronot mungkin harus berfokus pada pelatihan dengan medan gravitasi Bumi, jika mereka ingin menjajakan kaki di Mars. Apa yang NASA temukan dalam penelitian kesehatan luar angkasa akan berharga bagi misi jangka panjang menuju bulan dan asteroid tertentu, seiring terus terbang mendekati tujuannya pada planet merah dan berdebu.

NASA akan kembali dengan informasi selanjutnya setelah menyeleksi 15 sampai 18 finalis yang proposalnya akan terpilih untuk melanjutkan penelitian hingga tujuh tahun. Demikian dilansir dari Syfy, Jumat (29/12/2017).

(ahl)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments