Laba-Laba Merak Pancarkan Berbagai Warna di Tubuhnya

CANBERRA - Penelitian dari Nature Communication melaporkan, tim peneliti internasional telah mengamati dua laba-laba merak Australia, yakni laba-laba merak pelangi, Maratus robinsoni, yang mereka anggap paling mengesankan, dan Maratus chrysomelas. Fokus penelitian tersebut adalah mengenai penampilannya yang berwarna-warni.

Banyak hewan, termasuk dua laba-laba merak ini, menggunakan pewarnaan struktural. Secara umum, hal itu mencakup banyak lapisan yang terbuat dari bentuk yang sangat spesifik, yang mengubah arah dan kecepatan di tempat cahaya masuk ke dalamnya.

BERITA TERKAIT +

Cahaya jatuh di lapisan atas terlebih dahulu, dan sebagiannya terpantul. Cahaya lainnya menembus lapisan bawah, di mana ia terpantulkan di sana.

Baca juga: Hii... Ini 5 Laba-Laba Paling Berbahaya di Dunia

Kedua gelombang pantulan tersebut membuat mereka kembali ke permukaan. Namun, pada tahap ini, mereka melintasi jarak dan sudut yang berbeda.

Itu berarti, ketika bertemu lagi di permukaan, mereka akan saling mengganggu satu sama lain secara konstruktif atau destruktif – ‘menambahkan’ atau ‘mengurang’ - yang pada akhirnya menghasilkan berbagai warna. Proses ini dikenal sebagai pewarnaan struktural, melibatkan berbagai struktur dan material yang sangat kecil.

Perubahan warna secara berangsur yang muncul pada permukaan itu tergantung pada sudut pandang. Hal tersebut dikenal sebagai iridescence, seperti ketika Anda melihat warna-warna pada gelembung sabun.

Baca juga: Laba-Laba Ini Memangsa Serangga yang Lebih Besar dari Tubuhnya

Tim di balik penelitian ini, yang dipimpin oleh University of California San Diego, ingin mengetahui bagaimana kedua laba-laba merak itu menghasilkan iridescence yang khas, yang tidak dimiliki oleh makhluk lainnya.

"Dua spesies laba-laba merak ini mengangkat dan menggoyangkan daerah perut kepada pasangan mereka selama ‘berkencan’ untuk menunjukkan setiap warna di seluruh spektrum yang terlihat," kata tim peneliti, sebagaimana dilansir dari IFL Science, Kamis (28/12/2017).

Berbagai teknik digunakan untuk penelitian ini, termasuk mikroskop elektron, dengan sinar elektronnya yang sangat tepat untuk mengungkap rincian terbaik dari sampel. Saat mereka mulai menemukan beberapa struktur, mereka menggunakan pencetakan 3D yang menghasilkan prototipe skala nano untuk menguji gagasan mereka.

Ternyata, laba-laba tersebut memiliki sisik aneh yang melapisi perut mereka. Sisik itu melengkung dan tampak berpola seperti parut yang menguraikan gelombang cahaya.

Kedua fitur tersebut memungkinkannya memproduksi spektrum penuh warna. Tim peneliti juga menduga, tampilan visual laba-laba merak yang mengagumkan itu kemungkinan merupakan aset yang mereka gunakan untuk menarik perhatian lawan jenis.

(ahl)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments