GrabPay Kembali Setelah Mati Suri, Makin Murah atau Mahal?

Jakarta - Grab telah menghidupkan kembali metode pembayaran non-tunai, GrabPay credits, setelah mati suri sejak dibekukan isi ulang (top up) oleh Bank Indonesia. Berbicara pembayaran menggunakan GrabPay credits, apakah nanti ada perbedaan dengan metode tunai?

Pertanyaan itu dijawab oleh Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata di sela-sela acara 'Grab Untuk Mitra' di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Tangerang.

Disampaikannya, GrabPay credits itu sebetulnya adalah salah satu cara metode pembayaran saja. Apabila, pelanggan yang membayar secara tunai atau GrabPay credits itu merupakan metode untuk pembayaran ketika menggunakan layanan dari Grab.

"Kalau murah atau enggak itu tergantung programnya. Kalau kita memberikan program promo terhadap GrabPay credits itu bisa saja terjadi, tapi ini adalah metode pembayaran yang dipilih oleh pelanggan," kata Ridzki.

Seperti diketahui, layanan isi ulang (top up) GrabPay credits dibekukan oleh Bank Indonesia pada Oktober kemarin. Itu dikarenakan layanan tersebut belum mengantongi izin untuk menyelenggarakan layanan uang elektronik.

Meski demikian, larangan dari BI tersebut tak sampai mempengaruhi pada nominal saldo GrabPay yang terlanjur dimiliki oleh publik. Mereka yang masih punya saldo GrabPay masih bisa memakainya.

Saat ini, GrabPay ini bangkit dari mati surinya setelah Grab melakukan menggandeng OVO untuk mengoperasikan layanan pembayaran non-tunai tersebut. Ketertarikan Grab itu karena OVO telah memiliki izin layanan e-money dari Bank Indonesia di bawah PT Visionet Internasional.

Kemitraan kedua belah pihak ini sepakat bahwa GrabPay, fitur non-tunai dalam aplikasi Grab, melakukan co-branding dengan OVO dan telah diganti namanya (rebrand) sebagai 'GrabPay, powered by OVO'.

"Mulai hari ini, penumpang Grab dapat mengisi GrabPay Credits mereka dan menggunakan 'GrabPay, powered by OVO 'untuk membayar perjalanan mereka yang dipesan dengan aplikasi Grab," Jason Thompson selaku Managing Director, GrabPay Southeast Asia. (fyk/rou)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments