Google Bentuk Tim Pemantau YouTube: Lindungi Anak, Hadang Teroris

Jakarta - Kemunculan banyak video berbahaya untuk anak kecil di YouTube membuat Google langsung bertindak, yaitu membuat sistem yang bisa menghapus konten semacam itu secara otomatis.

Bos YouTube Susan Wojcicki menjelaskan sistem yang digunakan di platform tersebut, cara yang sama digunakan untuk melindungi YouTube dari penyebaran konten-konten ekstrimis soal teroris.

Caranya dengan menggunakan algoritma untuk meningkatkan keamanan anak di platform tersebut. Namun algoritma itu pun perlu dilatih terlebih dahulu oleh manusia, alhasil YouTube pun mempekerjakan sekitar 10 ribu orang untuk memantau konten-konten yang ada di YouTube.

Metode ini sebelumnya diklaim sukses menghapus sekitar 70% konten ekstrimis dalam waktu 8 jam setelah video tersebut diunggah. Harapannya, dengan melatih algoritma untuk mendeteksi video serupa yang berbahaya untuk anak, YouTube bisa bisa menghapus video-video tersebut dengan lebih cepat.

YouTube juga akan memperketat kriteria yang harus dipenuhi untuk sebuah kanal agar bisa dipasangi iklan. Untuk saat ini, creator memerlukan sedikitnya 10 ribu penonton agar kanalnya bisa menghasilkan uang dari iklan.

Namun ke depannya, sepertinya YouTube akan menambah tim pemantaunya untuk menyeleksi kanal dan video agar iklan hanya bisa dipasang di tempat yang sesuai dengan aturan bikinan YouTube, demikian dikutip detikINET dari Engadget, Selasa (12/12/2017). (asj/rou)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments