Google Bebas dari Tuduhan Diskriminasi Gender

JAKARTA - Pada September lalu, tiga orang perempuan yang merupakan karyawan Google mengajukan gugatan atas tuduhan diskriminasi gender. Mereka mengaku telah diperlakukan tak adil soal pembagian gaji dengan karayawan pria.

Baru-baru ini, gugatan mereka dihentikan oleh Hakim Pengadilan Tinggi, Mary Wiss. Pihak pengadilan mengatakan bahwa gugatan tersebut, yang mewakili karyawan perempuan Google, terlalu samar dan meminta penggugat mengajukan banding.

BERITA TERKAIT +

Wis menambahkan dua dari tiga penggugat disebutkan tak memiliki bukti bahwa pekerjaan yang mereka lakukan di Google sama dengan pekerjaan karyawan lain yang memiliki gaji lebih tinggi.

Baca juga: Google Assistant Akan Hadir di Feature Phone

Mengetahui keputusan tersebut, pengacara penggugat, James Finberg, mengatakan pihaknya bakal mengajukan banding pada bulan depan. Sedangkan pihak Google menyambut keputusan tersebut.

"Kami bekerja sangat keras untuk menciptakan tempat kerja yang hebat bagi semua orang, dan memberi kesempatan kepada setiap orang untuk berkembang di sini," kata Google dalam sebuah pernyataan dikutip dari The Verge, Kamis (7/12/2017).

"Jika kita melihat perbedaan atau masalah individual, kita berupaya memperbaikinya," imbuh Google.

Baca juga: Google Siapkan 10.000 "Pasukan" Perangi Ekstremisme

Kasus tersebut diajukan oleh Kelly Ellis, Holly Pease, dan Kelli Wisuri. Saat itu ketiganya berpendapat bahwa mereka ditempatkan di jalur karir yang lebih rendah daripada karyawan laki-laki dan memperoleh gaji serta bonus yang lebih sedikit.

Ini bukanlah pertama kalinya perusahaan teknologi mendapatkan tuntutan hukum dari karyawan. Sebelumnya, Microsoft dan dan Twitter juga pernah berhadapan dengan tuntutan hukum mereka sendiri.

(kem)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments