Fenomena 'Wolf Moon' Terangi Langit Malam Tahun Baru

JAKARTA - Tahun 2018 tampaknya sudah di depan mata. Ada yang istimewa menyambut kedatangan tahun baru, yakni kemunculan supermoon pada Januari, yang dijuluki ‘Wolf Moon’.

Pada awal Desember, fenomena bulan purnama dari ‘trilogi supermoon’ telah tampak pada 3 Desember. Supermoon berikutnya, akan terlihat di Asia dan Eropa pada 2 Januari, sedangkan di Amerika pada 1 Januari.

BERITA TERKAIT +

Supermoon pertama di 2018, atau Wolf Moon, memang mencapai puncaknya pada 2 Januari, tetapi akan terus menerangi langit malam sepanjang awal tahun baru. Julukan Wolf Moon berasal dari penduduk asli Amerika, yakni suku Indian.

Menurut penduduk Indian, bulan tersebut muncul di waktu ketika para serigala lapar melolong di luar kamp mereka.

Baca juga: Ini Dia Foto-Foto Menakjubkan Fenomena Supermoon

Saat ini, bulan berada di bagian orbit yang berdekatan dengan Bumi, yang disebut oleh para astronom dengan ‘perigee’ (jarak antara bulan dan Bumi bisa mencapai 356.400 kilometer di perigee). Itu berarti, bulan di tahun baru akan terlihat 7% lebih besar dari biasanya.

Wolf Moon akan berada di rasi bintang Gemini, kira-kira sepanjang garis antara Pollux (Beta Geminorum) dan Betelgeuse (Alpha Orionis), sebagaimana dilaporkan oleh Daily Mail, Jumat (29/12/2017).

Baca juga: Saksikan! Supermoon Pertama dan Terakhir di Tahun Ini

Anda tidak perlu khawatir jika melewatkan fenomena Wolf Moon, karena supermoon akan hadir kembali dengan lebih mengesankan pada 31 Januari dengan julukan ‘Blue Moon’. Supermoon ketiga itu akan menampilkan gerhana bulan total, yang dapat disaksikan dari barat Amerika Utara di seluruh pasifik sampai Asia Timur.

Orbit bulan yang mengelilingi Bumi menjadi miring, sehingga biasanya jatuh di atas atau di bawah bayang-bayang Bumi. Sekira dua kali dalam setahun, garis bulan penuh akan sejajar sempurna dengan Bumi dan Matahari, yang membuat bayangan Bumi menghalangi cahaya Matahari dan akan memantulkan bulan.

(ahl)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments