Di Dunia Nyata, Bitcoin Tak Ada Harganya

Jakarta - Meski nilai Bitcoin terus menanjak sepanjang 2017, hal ini tak lantas membuatnya berharga di mata analis firma konsultan finansial ternama dunia.

James Faucette, analis dari Morgan Stanley, mengeluarkan pernyataan menarik terhadap salah satu cryptocurreny paling bernilai di dunia saat ini.

Dalam laporannya yang berjudul 'Bitcoin Decrypted', ia menuliskan bahwa harga asli dari Bitcoin adalah USD 0. Padahal, menurut data dari CoinDesk, nilai Bitcoin sendiri paling tidak masih menyentuh di angka USD 13.800 (Rp 187 juta).

"Faktanya, hanya sedikit bisnis ritel berbasis online yang menerima Bitcoin, bahkan jumlahnya terus berkurang. Jika tidak ada yang menerimanya sebagai metode pembayaran, maka nilainya akan menjadi nol," tulisnya dalam laporan tersebut, seperti detikINET kutip dari Futurism, Kamis (28/12/2017).

Meski laporan yang ditulis Faucette tidak menyebutkan secara pasti berapa nilai sebenarnya dari Bitcoin, bagian berjudul 'Attempts to Value Bitcoin' memberikan penjelasan sulitnya menakar 'harga' dari cryptocurrency tersebut.

Hal pertama yang dipertimbangkan oleh Faucette adalah kelayakan dari Bitcoin sendiri untuk dianggap sebagai mata uang yang sesungguhnya, seperti Dollar dan Euro, mengingat crpytocurrency ini tidak memiliki suku bunga.

Lalu, ia juga menerangkan kelemahan Bitcoin jika dibandingkan dengan material berharga seperti emas. Berbeda dengan logam mulia tersebut yang dapat digunakan sebagai perhiasan, Bitcoin tidak memiliki nilai intrinsik karena hanya hadir dalam bentuk data.

Dari dua hal tersebut, Faucette memberikan kesimpulan bahwa Bitcoin merupakan metode pembayaran yang sangat sulit untuk diukur, ditambah tidak berlakunya ongkos terhadap sebuah transaksi di dalamnya.

Jeremy Eng-Tuck Cheah, Profesor dari Southampton Business School, mengucapkan hal yang senada dengan Faucette.

"Menurut saya, sampai saat ini pasar Bitcoin cenderung didorong oleh 'kemewahan' yang tidak masuk akal, sehingga menarik banyak investor yang tidak biasa melihat investasi dalam crpytocurrency," ujarnya.

"Saya masih tidak yakin bahwa Bitcoin memiliki nilai pokok maupun fundamental, mengingat harganya lebih diarahkan oleh banyaknya penawaran dan permintaan terhadap mata uang digital," kata Cheah menambahkan. (rns/rou)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments