Cara Anak Muda Surabaya Menjaga Kelestarian Sejarah

Jakarta - Surabaya punya banyak komunitas anak muda yang bergerak membuat perubahan, Roodeburg Soerabaia salah satunya. Membuat anak-anak muda mengenal dan mencintai sejarah adalah misi mereka.

"Komunitas ini berdiri atas rasa keprihatinan karena makin banyak orang yang melupakan sejarah Surabaya," kata pegiat komunitas Roodebrug Soerabaia Titta Santya saat berbicara di acara d'Youthizen bersama Vivo di Surabaya.

Menurut Titta, Surabaya kaya akan cerita heroik serta banyak peninggalan bersejarah tidak ternilai. Sayangnya, banyak warga Surabaya sendiri kurang peduli, bahkan banyak yang tak tahu tentang sejarah kota tempat tinggalnya.

"Padahal di kota ini pernah terjadi perang terbesar dalam sejarah peperangan di Indonesia yang sampai menewaskan dua jenderal Inggris. Predikat Surabaya juga sebagai Kota Pahlawan, kami harus pertahankan itu," kata Titta.

Roodebrug Soerabaia, Menjaga Kelestarian Sejarah di Kalangan Anak MudaFoto: Rachmatunnisa/detikINET

Mencegah keingintahuan masyarakat tentang sejarah Kota Pahlawan ini makin memudar, komunitas Roodebrug Soerabaia pun mengajak semua orang yang peduli sejarah saling bahu membahu mempertahankan nilai historis Surabaya.

"Orang tidak suka belajar sejarah karena penyajiannya tidak menarik. Yang kami lakukan adalah mengedukasi sejarah dengan berbagai cara," sebut Titta.

Adapun kegiatan yang dilakukan dalam Roodebrug Soerabaia antara lain mengadakan diskusi tentang sejarah dan perjuangan, mengajak orang melakukan tour mengunjungi tempat-tempat dan bangunan bersejarah, pembuatan film dokumenter, pentas teatrikal perjuangan, aktif di berbagai media sosial, melakukan aksi sosial dan lain sebagainya.

Berdiri sejak 2010, anggota komunitas yang didirikan Ady Setyawan dan Bagus Kamajaya tersebut cukup banyak dan terdiri dari berbagai kalangan. Anggotanya ada yang dari pelajar, mahasiswa, karyawan sampai dosen. Sekitar 50 orang tercatat sebagai anggota aktif dan grup Facebook mereka diikuti sekitar 5.000 orang.

Aktif di Roodebrug Soerabaia bagi Titta dan teman-temannya adalah sebuah langkah sederhana membuat perubahan. Tak muluk-muluk, keinginan komunitas ini adalah agar semakin banyak orang yang mencintai sejarah.

"Semakin banyak orang yang ngerti sejarah Surabaya, aku senang. Apalagi jika melihat anak-anak sekolah menularkan ini pada yang lain. Bikin kegiatan secara swadaya. Mereka sudah berpikir seperti itu. Ini sering bikin saya merinding," kisah Titta.

Dia sendiri tidak menargetkan harus ada berapa banyak orang yang ikut bergerak dalam komunitas ini. Sedikit pun menurutnya tak apa, asalkan membuat perubahan. Titta pun punya pesan khusus bagi anak-anak muda.

"Ketika tergerak akan melakukan atau menyampaikan sesuatu, jangan cuma wacana. Gak perlu nunggu orang banyak. Bergerak aja dulu, dimulai dari diri sendiri," tutupnya. (rns/fyk)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments