Beli Smartphone, Orang Indonesia Pegang Dulu Baru Beli

JAKARTA - Luna kembali menghadirkan smartphone terbarunya di Indonesia bernama Luna G8. Smartphone dengan kemampuan empat kamera tersebut mulai dijual secara offline hari ini dan juga online pada 18 Desember 2017.

Meski akan hadir di beberapa toko e-commerce terpilih, Luna mengatakan masih akan banyak mengandalkan penjualan secara offline dengan proporsi sebanyak 80%. Alasannya, pemasaran dengan sistem online tak begitu cocok dengan harga Luna G8.

BERITA TERKAIT +

Diungkap oleh Marcomm Manager Luna Smartphone, Suryadi Willim, pihaknya telah melakukan pembicaraan dengan e-commerce yang mengungkap bahwa rata-rata penjualan smartphone secara online berada di rentang harga 1 hingga 2 juta.

Baca juga: Luna G8, Smartphone dengan 4 Kamera Resmi Meluncur di Indonesia

Dengan rentang harga yang berbeda dari banderol Luna G8 yang dijual Rp3.799 juta, Suryadi mengatakan bahwa pemasaran secara online tak begitu cocok untuk diterapkan. Oleh karena itu ia pun lebih banyak menjualnya secara offline ketimbang online.

"Kenapa Luna G8 banyak di oflline, karena basket size-nya kurang masuk di e-commerce. Ya karena orang indonesia masih pengen pegang-pegang dulu baru beli," ungkapnya kepada awak media di acara peluncuran Luna G8 di Jakarta, Jumat (15/12/2017).

Saat ini Luna telah memiliki sejumlah dealer yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Makassar, Bali, Sumatera dan Sulawesi.

Strategi Meraih Pasar

Untuk melebarkan sayapnya di pasar smartphone Indonesia, Luna mengaku telah menyiapkan beberapa strategi. Salah satunya adalah dengan menggaet komunitas fotografi dan games.

Luna mengakui bahwa kompetitornya Vivo dan OPPO telah berkolaborasi dengan pengembang game untuk mendompleng penjualan. Namun pihaknya bakal melakukan cara berbeda yakni dengan merangkul tim e-sports melalui beragam kegiatan.

Selain sektor e-sports, Luna juga merangkul beberapa YouTuber yang salah satunya adalah Han Yoo Ra. Diungkap oleh Suryadi Willim, Luna mengadakan coaching clinic bersama komunitas gamers dan YouTuber serta memberikan tantangan sebagai bagian dari pembinaan.

"Selama ini kita sudah jalan dengan beberapa komunitas yang kita gaet seperti misalnya YouTuber Han Yoo Ra. Kita juga kasih coaching clinic soal konten kemudian komunitas games. Komunitas game ini masih belum terlalu sulit karena masih baru. Kita percaya komunitas game pasti welcome," katanya.

Suryadi mengatakan, saat ini Luna telah memiliki 10 tim yang terdiri dari segmen gamer dan YouTuber. Ia mengaku kerap melakukan pertemuan sekali dalam sebulan dengan para komunitasnya.

Baca juga: Smartphone Android Ini Diklaim Anti-lag

Selain menggaet komunitas, Luna juga menyiapkan strategi berdasarkan kesukaan masyarakat Indonesia. Caranya adalah bekerjasama dengan band K-Pop sebagai brand ambassador atau endorsing. Mengenai siapa yang akan dipilih, Suryadi masih belum bisa mengungkapnya. Namun ia memberikan sedikit bocoran.

"Ada beberapa yang masih kita nego. Siapa aja, belum berani kita sebut. Tapi clue-nya adalah yang punya streaming di Joox paling tinggi," ujarnya.

Penjualan smartphone Luna dikatakan telah tembus hingga 100 ribu unit yang terdiri dari Luna V yang dirilis 2016 dan Luna G pada April 2017 lalu.

Saat ditanya soal proyeksi pada 2018 mendatang, Suryadi mengatakan pihaknya masih akan fokus kepada peningkatkan produksi yang masih harus mengantri dengan produk smartphone lainnya.

Sebagaimana diketahui, smartphone Luna diproduksi di Semarang, Jawa Tengah bersamaan dengan Evercross dengan jumlah produksi per bulannya sebanyak 15.000 unit.

(kem)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments