Balang Ijo, Gotong Royong ala Driver Ojek Online

Jakarta - Berawal dari sebuah grup Facebook, sejumlah driver Go-Jek tergerak mendirikan komunitas Balang Ijo. Misinya, gotong royong menyalurkan donasi.

Didirikan pada 4 Februari 2016, komunitas yang beranggotakan sekitar 100 driver Go-Jek dari berbagai basecamp di Jabodatek, Bandung hingga Padang ini rutin melakukan penggalangan dana.

Hasil dari dana yang terkumpul nantinya akan diberikan kepada driver yang jatuh sakit atau meninggal, maupun anggota keluarganya, setiap bulannya.

Sumber dana itu sendiri berasal dari usaha para driver yang menjual beragam pernak-pernik, seperti stiker, pin, gantungan kunci, hingga kaus. Selain itu, ada juga titipan uang yang diberikan oleh pengemudi, pelanggan, hingga karyawan Go-Jek.

Bantuan yang disalurkan pun menjangkau masyarakat sekitar, terutama anak yatim. Setiap tahun, saat Ramadhan, sejak 2015 mereka rutin memberikan santunan bagi anak-anak SD hingga SMP yang sudah ditinggal oleh ayahnya.

Balang Ijo, Gotong Royong ala Driver Ojek OnlinePipit Pitriasih (Dok. Go-Jek)

"Tapi, sampai saat ini kami masih memprioritaskan anak-anak almarhum driver, perbandingannya kira-kira 80% untuk driver, 20% untuk masyarakat umum," ujar Pipit Pitriasih, driver Go-Jek yang juga menjadi humas Balang Ijo kepada detikINET.

Pipit juga bertugas sebagai pemegang akun media sosial komunitas Balang Ijo, yaitu Solidaritas Balang Ijo (Facebook) dan @solidaritas_balang_ijo_new (Instagram).

Belalang Hijau yang Lincah

Sebelumnya, nama komunitas ini adalah Kampung Solid. Nama yang diambil dari salah satu basecamp driver Go-Jek tersebut mereka pakai dari 2015 sampai 2016.

Dari sana, para driver rajin menggalakkan penggalangan dana dengan merangkul basecamp serta komunitas lain. Alhasil, lama kelamaan komunitas ini pun punya lebih banyak orang dan meluas ke berbagai tempat.

"Saat Kampung Solid melakukan touring ke Gunung Salak di Bogor pada 4-5 Februari, yang diikuti oleh basecamp dan komunitas lain, kami semua bikin grup WhatsApp. Karena dalam grup itu tidak hanya berisi anggota Kampung Solid, jadi kami memutuskan untuk mengganti nama menjadi Balang Ijo," sambungnya.

Berdasarkan penuturan Pipit, Balang Ijo sendiri berarti belalang hijau. Penamaan itu menurut Pipit, menggambarkan kelincahan para driver Go-Jek yang tergabung di dalamnya.

"Belalang itu kan lincah, lompat ke sana, lompat ke sini. Sama seperti posisi kami (driver). Kalau warna hijau kami ambil dari warna atribut kami," ucapnya.

Saat ini, komunitas Balang Ijo ingin memperluas jangkauan bantuan mereka dengan menggaet donatur tetap. Namun, mereka masih mencari cara paling efektif untuk melakukannya.

"Kami bingung harus mulai dari mana, sistematikanya bagaimana, dan mencari donatur kemana," ujarnya.

Diakui Pipit, dia dan teman-temannya di Balang Ijo masih terus belajar dan bersabar. Meski demikian, ibu tiga anak ini yakin bahwa niat baik komunitas Balang Ijo akan menemukan jalan.

Pipit bahkan bercita-cita, bantuan Balang Ijo tak hanya bisa menjangkau rekan sesama driver, tetapi bisa juga membantu orang-orang Palestina.

"Kami para driver selalu berusaha untuk kasih yang terbaik. Selama kita bisa bermanfaat untuk mitra dan masyarakat, selama kami masih mampu kami akan terus memberi," pungkas Pipit. (rns/rns)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments