Baidu Tarik Sosok Gadis Seksi dari Headset VR Qiyu

JAKARTA - Baidu, perusahaan yang menaungi platform pencarian iQiyi, menarik sosok gadis seksi dari headset virtual reality Qiyu. Keputusan itu diambil setelah sejumlah protes yang menganggap iQiyi telah mengeksploitasi perempuan.

"iQiyi telah mengetahui isu yang berkembang melalui media dan telah menarik produk secara offline untuk modifikasi selanjutnya. Kami memohon maaf untuk masalah yang telah mengemuka ini," ujar iQiyi dikutip dari The Verge, Kamis (14/12/2017).

BERITA TERKAIT +

Sosok gadis seksi yang menjadi perbedabatan itu bernama Vivi. Ia adalah sosok virtual yang didasarkan pada kecerdasan buatan. Kehadiran Vivi di headset VR Qiyu ditujukan sebagai asisten virtual yang masih dalam proses uji coba.

Baca juga: Adopsi Perangkat VR Mulai Meroket, Ini Penyebabnya!

Vivi bisa membaca mood seseorang melalui teknologi pengelanan emosional dan secara cerdas memilihkan serta merekomendasikan film melalui interaksi penggunanya.

Meski demikian pengguna headset VR Qiyu ternyata bisa melakukan hal lebih jauh yang menyebabkan terjadinya gelombang protes. Mereka bisa meminta Vivi untuk melakukan tarian erotis bahkan bisa memegang bagian payudaranya secara virtual.

Baca juga: Apple Diam-Diam Akuisisi Startup Headset VR Senilai Rp405 Miliar?

Alih-alih menjadi asisten virtual yang memandu penggunanya, Vivi malah dijadikan "sekretaris seksi" di mana penggunanya berperan sebagai bos.

Kebanyakan asisten virtual dari perusahaan besar lainnya memang menggunakan sosok perempuan sebagai default. Meski demikian pemilihan karakter itu tak lepas dari penolakan yang menuduh eksploitasi perempuan.

(kem)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments