Akun Medsos Palsu Buruk bagi Kesehatan, Benarkah?

JAKARTA - Studi yang dilakukan oleh Keck School of Medicine di USC, mengatakan bahwa akun media sosial palsu bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Ini diakibatkan oleh kesalahan informasi yang disebarkan di bidang kesehatan, obat-obatan dan lain-lain.

BERITA TERKAIT +

Studi ini melihat penggunaan bot yang digunakan untuk mempromosikan diskusi tentang gagasan dan produk tertentu dengan informasi yang salah, dapat berdampak pada kesehatan manusia.

Baca juga: Fosil Tua Buktikan Kehidupan Bumi 3,5 Miliar Tahun Lalu

Dikutip dari Ubergizmo, Senin (25/12/2017), sebuah contoh penggunaan bot yang menggunakan nama selebriti seperti Jenny McCarthy. Selebriti digunakan untuk menyebarkan informasi palsu mengenai vaksinasi yang menyebabkan autisme.

"Kami sekarang memiliki wabah campak di Southern California karena orang-orang berbagi cerita pribadi tentang bagaimana vaksinasi dilaporkan menyebabkan anak mereka memiliki autisme," ungkap Jon-Patrick Allem penulis utama studi tersebut.

Baca juga: Bukan Nyamuk, Peneliti Temukan Kutu Penghisap Darah

Dikatakan oleh Allem, bot penyebar informasi palsu secara sengaja menyebarkan dalam 24 jam selama sepekan penuh.

Ini berarti informasi yang berasal dari sumber tak terpercaya, bisa jadi memiliki cacat verifikasi dan berpotensi menyebarkan informasi yang keliru.

(kem)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments