Aduan Konten Negatif 800.000, Mesin Sensor Kominfo Siap Beroperasi 1 Januari 2018

JAKARTA - Mesin sensor Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dipastikan beroperasi pada awal tahun depan atau 1 Januari 2018. Hal ini diungkap oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pengerapan di Tangerang, Senin (18/12/2017).

Semuel menjelaskan, serah terima mesin sensor dari PT INTI (Industri Telekomunikasi Indonesia) selaku pemenang tender, akan berlangsung pada 29 Desember 2017. Sementara saat ini proses persiapannya telah mencapai 90%.

BERITA TERKAIT +

"Serah terima dilakukan 29 Desember, dan 1 Januari 2018 sudah mulai beroperasi. Lokasinya di lantai 8," kata pria yang akrab disapa Semmy tersebut.

Baca juga: Wow! Mulai Diuji Coba, Mesin Sensor Kominfo 10 Kali Lebih Cepat Deteksi Konten Pornografi

Lebih lanjut dijelaskan Semuel, tim yang menangani penyensoran berjumlah 58 orang. Nantinya, mesin tersebut akan bisa juga digunakan oleh instansi lainnya yang memiliki wewenang.

"Contohnya BNN kalau mau cari informasi soal narkoba, BPOM juga bisa kalau mau cari soal obat-obatan terlarang, jadi per kategori sesuai dengan wewenangnya," paparnya.

Baca juga: Beroperasi Januari 2018, Mesin Sensor Internet Bukan Sistem Penyadapan

Sejauh ini, Semuel mengatakan bahwa laporan soal konten negatif di Kominfo telah hampir mencapai 800.000, 700.000 di antaranya didominasi oleh aduan konten pornografi dan lainnya seperti hoaks, ujaran kebencian, terorisme dan obat-obatan terlarang.

Mesin sensor pertama kali diumumkan Kominfo pada Oktober 2017. Saat itu pihaknya mengesahkan PT INTI sebagai pemenang tender dengan dana pengadaan terkoreksi senilai Rp194 miliar dari penawaran awal Rp198 miliar.

(kem)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments