Gunung Agung Erupsi, Bisa Telepon Gratis di Posko Pengungsi

Jakarta - Imbas dari erupsi Gunung Agung mungkin membuat masyarakat di Bali khawatir tak bisa menggunakan layanan telekomunikasi. Ternyata hal itu telah diantisipasi oleh operator telekomunikasi.

Telkom Group, misalnya. Mereka telah menyiapkan beberapa rencana agar layanan tetap bisa beroperasi seperti biasanya. Namun sejauh ini, menurut Direktur Network & IT Solution Telkom Zulhelfi Abidin, infrastruktur dan layanan Telkom Group dalam kondisi normal.

Sebagai langkah mitigasi, BUMN telekomunikasi itu juga telah menyiagakan dan menyiapkan contingency plan bagi seluruh infrastruktur dan layanan telekomunikasi dengan skenario terdampak, mulai dari radius kurang lebih 12 km, 25 km, 50 km, hingga 100 km dari lokasi Gunung Agung.

"Selain itu, Telkom Group juga menyiagakan 33 Sentral Telepon Otomat (STO) dan 8 site Optical Line Termination (OLT) hingga radius kurang lebih 100 km dari lokasi erupsi Gunung Agung," ujar Zulhelfi dalam keterangannya yang diterima detikINET, Rabu (29/11/2017).

Sedangkan dari infrastruktur seluler, terdapat 79 Base Transceiver Station (BTS) dan 36 site Telkomsel.

Gratis Telepon

Bahkan, masyarakat dapat memanfaatkan layanan telekomunikasi secara cuma-cuma. Sebab, perusahaan pelat merah ini juga menyediakan fasilitas komunikasi (fastel) gratis di posko-posko pengungsian.

"Kami berharap fastel ini dapat dimanfaatkan oleh para pengungsi untuk berkomunikasi dengan kerabat dan keluarga, serta sebagai fasilitas berbagi informasi yang dibutuhkan, khususnya aktivitas vulkanik Gunung Agung," sebutnya.

Kemudahan telekomunikasi juga ada di Posko Komando Tanggap Darurat Karangasem dan Klungkung karena Telkom menyediakan BTS Combat Telkomsel, Access Point Wifi.id, dan layanan IndiHome. Sedangkan di Lokasi Pos Pantau Gunung Agung Rendang Karangasem, tersedia layanan IndiHome dan Astinet.

Sementara itu, di Posko Kontingensi Bencana Polda Bali di Antiga dan Posko Komando Bangli, Telkom menyiapkan layanan telepon gratis untuk memudahkan koordinasi petugas pengamanan bencana.

Layanan IndiHome juga tersedia di tujuh posko pengungsian masyarakat, diantaranya Posko Tembok, Posko Sidemen, Posko Bondalem, Posko Les Tejakula, Posko Ulakan Manggis, Posko Rendang Karangasem, dan Posko Sambirenteng.

Untuk lokasi monitoring infrastruktur dan layanan telekomunikasi, Telkom juga mendirikan Posko Pengendalian Infrastruktur dan Layanan di STO Semarapura. Pemantauan dan pengamanan terhadap seluruh infrastruktur ini melibatkan lebih dari 170 personil yang bersiaga mengawal secara nasional di Jakarta, regional di Surabaya dan on site di STO Semarapura.

"Sebanyak lebih dari 170 personil bersiaga secara khusus untuk menjaga layanan telekomunikasi, baik fixed broadband maupun seluler, sehingga kelancaran layanan komunikasi masyarakat dapat terpantau," tegas Zulhelfi.

Pelanggan Telkomsel Lancar

Lancarnya layanan komunikasi juga dapat dirasakan oleh para pelanggan Telkomsel. Sebagai antisipasi lonjakan trafik di wilayah bencana, Telkomsel mengerahkan delapan unit mobile BTS dan menyiagakan 83 unit genset sebagai backup guna membantu memaksimalkan layanan kepada pelanggan.

Di samping itu, ada 81 BTS Telkomsel yang menjangkau wilayah bencana, di mana itu dikatakan semuanya berfungsi normal.

Operator nomor wahid ini juga menyediakan fasilitas komunikasi gratis di posko pengungsian, seperti di wilayah Karangasem, Klungkung, Gianyar, dan Singaraja. Bagi pelanggan yang membutuhkan layanan isi ulang pulsa dan kartu perdana, Telkomsel juga telah mengerahkan Mobile GraPARI (MoGi), Motor Recharge (MoRe), serta outlet di posko pengungsian.

"Saat ini kelancaran dan kenyamanan komunikasi pelanggan masih tetap terjaga dengan baik dan kami terus berupaya menjaga kualitas layanan tetap optimal. Kami berharap fasilitas dan layanan komunikasi yang kami sediakan dapat membantu masyarakat serta pihak-pihak yang tengah melakukan penanganan bencana untuk menyampaikan kabar kepada keluarga maupun koordinasi di lapangan seputar situasi terkini," tutur VP Corporate Communications Telkomsel Adita Irawati.

Sebagai wujud kepedulian bagi para korban bencana alam di Gunung Agung, Telkomsel juga telah menyerahkan bantuan logistik melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berupa empat unit tandon air bersih, masker, air mineral, susu bayi, makanan cepat saji, vitamin, obat-obatan, selimut, dan karpet.

"Kami terus melakukan koordinasi secara intensif dengan BNPB untuk mengantisipasi perkembangan kondisi di lokasi bencana," tambah Adita.

Kenyamanan pelanggan Telkomsel di wilayah Kabupaten Karangasem dalam berkomunikasi didukung lebih dari 200 BTS, di mana lebih dari 30 di antaranya merupakan eNode B (BTS 4G) untuk menikmati layanan data yang lebih berkualitas. (rou/rou)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments