Gerak Cepat Telkomsel Geber 4G LTE di 2,3 GHz

Jakarta - Frekuensi 2,3 GHz kedatangan pemain baru. Setelah Smartfren dan beberapa operator broadband wireless access mengoperasikan 4G LTE di spektrum itu, kini giliran Telkomsel memulai penggelaran serta komersialisasi frekuensi yang baru dimenangkannya.

Penggelaran dan komersialisasi spektrum 4G LTE Telkomsel di frekuensi 2,3 GHz terbilang cepat. Tak lebih dari dua bulan, anak usaha Telkom ini sudah bisa menggelar dan menjual layanan 4G LTE di frekuensi 2,3 GHz.

Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah mengatakan, hingga akhir 2017, setidaknya akan ada 500 eNodeB 4G LTE di frekuensi 2,3 GHz yang dapat melayani masyarakat di wilayah Jabodetabek.

Penggelaran jaringan 4G LTE di frekuensi 2,3 GHz memang sengaja dipercepat untuk meningkatkan kualitas dan pelayanan kepada pelanggan Telkomsel. Apalagi jelang akhir tahun, biasanya trafik data ikut melonjak pesat.

"Kami terus bergerak cepat pasca pengumuman pemenang lelang spektrum untuk frekuensi 2,3 GHz, agar pelanggan dapat segera merasakan pengalaman mobile broadband Telkomsel yang lebih baik lagi. Penyesuaian izin jaringan seluler pun sudah selesai dan telah ditetapkan oleh Kementerian Kominfo," kata Ririek di Jakarta, Kamis (30/11/2017).

Ekosistem Masih Terbatas?

Namun di balik itu, ada kekhawatiran penggunaan frekuensi 2,3 GHz ini tidak dapat dinikmati oleh banyak pelanggan karena perangkat yang mendukung LTE band 40 itu terbilang masih terbatas. Sehingga, komersialisasi LTE di 2,3 GHz dikhawatirkan menjadi tidak optimal.

Mengenai kekhawatiran itu, sebelumnya sempat disanggah operator lain yang sudah lebih dulu bercokol di spektrum itu. Direktur Utama Smartfren Telecom Merza Fachys mengatakan, saat ini sudah banyak vendor handset yang dilengkapi dengan LTE band 40.

"Memang pada waktu Smartfren menggelar jaringan 4G LTE di frekuensi 2,3 GHz, belum banyak vendor yang membuat handset untuk spesifikasi band 40. Namun setelah China Telcom mengoperasikan layanan 4G LTE di band 40, semua vendor baik itu yang memproduksi handset low-end maupun high end sudah mulai memproduksi dengan kemampuan 4G LTE di frekuensi 2,3 GHz," terang Merza beberapa waktu lalu.

Dengan memiliki layanan 4G LTE di band 40, Smartfren mengaku memiliki keleluasaan dalam mengatur trafik data uplink dan downlink. Karena kebiasaan masyarakat Indonesia lebih mengutamakan downlink, maka jaringan 4G LTE di frekuensi 2,3 GHz Smartfren di-setting lebih besar downlink dari pada uplink.

"Sehingga user experience pelanggan dalam mengakses internet jauh lebih cepat. Selain itu operator yang memiliki jaringan 4G LTE di frekuensi 2,3 GHz juga jauh lebih lebih efesien dalam memanfaatkan spektrum radio yang dimilikinya," lanjut Merza.

Kesiapan Perangkat

Di lain kesempatan, Country Lead Lenovo Indonesia Adrie R Suhadi, menjelaskan bahwa semua perangkat Lenovo dan Motorola yang sudah memenuhi aturan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sudah mendukung untuk LTE band 40.

Adrie memperkirakan komersialisasi 4G LTE oleh Telkomsel di frekuensi 2,3 GHz bakal mendorong vendor smartphone untuk dapat produksi lebih banyak varian handset yang mendukung LTE di band 40. Ini disebabkan penggunaan LTE band 40 memiliki teknologi yang lebih maju sehingga bisa memberikan user experience yang jauh lebih baik.

Sementara itu, Advan menyambut baik langkah Telkomsel yang cepat dalam mengkomersialisasikan layanan 4G LTE di frekuensi 2,3 GHz. Menurut Direktur Marketing Advan, Tjandra Lianto, kehadiran layanan 4G LTE pada frekwensi 2,3 GHz akan berdampak pada semakin meluasnya ekosistem 4G LTE di Indonesia.

"Ketersediaan smartphone di frekuensi tersebut bukan lagi masalah. Hampir semua handset 4G keluaran baru sudah mendukung LTE di band 40 atau 2,3 Ghz. Kondisi ini sangat berbeda dari dua tahun lalu karena hanya segelintir handset yang mendukung band LTE tersebut," ujar Tjandra.

Sebagai pemain terbesar ketiga di Indonesia, Advan sendiri, tambah Tjandra, sudah menyediakan sejumlah varian yang enable dengan frekuensi 2,3 GHz, khususnya smartphone terbaru seperti Advan G1, G1 Pro, dan A8.

Ke depan, untuk memperluas ekosistem 4G LTE di 2,3 GHz, pihaknya terbuka untuk menjalin kerjasama dengan Telkomsel. Program bundling menjadi opsi menarik, karena menawarkan banyak benefit kepada pelanggan. (rou/fyk)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments